Tuhan kita Tak Sama
Desember membingkai kenangan.
Cinta begitu serakah datang mengurai sesukanya.
Kala senja merona jingga,aku lusuh dihempas lelah.
Ditepi lorong ditebas sunyi aku kepayahan.
Bidadari kecil semesta dengan pesonanya,khas sayap cahayanya menengahi langit.
Keajaiban datang,mata lusuhku mengecap.
Isyarat bintang jatuh,inilah kesedihan yang tlah usai.
Tanpa ragu memekik "Aku mencintaimu tanpa titik koma".
Bias membias,pendar memendar,mimpi memulai kisah sesatnya.
Baru saja aku mengeja kebahagiaan,,Ah Tuhan kita tak sama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar